Kobaran api terlihat membakar semak belukar di sisi kiri Jalan Raya poros Pelaihari–Banjarmasin, dari arah Pelaihari menuju Banjarmasin.
Pantauan sekitar pukul 13.45 Wita, asap tebal berwarna kecokelatan membumbung tinggi ke udara dan terlihat jelas dari badan jalan.
Petugas pemadam kebakaran (damkar) telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan.
Sedikitnya dua unit mobil tangki air terlihat bersiaga di tepi jalan raya setempat, sebagai upaya mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.
Seorang warga Pelaihari, Risnawati, yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin, mengatakan kobaran api terlihat cukup dekat dengan jalan raya.
"Api kelihatan lumayan dekat dari jalan, mungkin sekitar 100 meter. Beruntung di sekitar lokasi yang terbakar tidak ada rumah warga," tuturnya.
Menurut Risnawati, kondisi cuaca yang cukup panas ditambah embusan angin membuat kobaran api cepat membesar dan meluas di area semak belukar.
Ia berharap kejadian karhutla tidak terus berulang karena dikhawatirkan dapat memicu kabut asap yang lebih luas dan mengganggu kesehatan masyarakat.
"Semoga jangan terus-terusan muncul kebakaran seperti ini. Kalau sampai jadi kabut asap, tentu sangat mengganggu kesehatan, terutama pengendara roda dua," katanya.
Risnawati sendiri mengaku sempat merasakan dampak asap saat melintas di kawasan tersebut. Ia bahkan memilih berhenti sejenak di jalan dan mengenakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Kemunculan kembali karhutla di Pengayuan menambah panjang rangkaian kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Tanah Laut dan wilayah perbatasannya dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, kebakaran semak belukar juga beberapa kali terjadi di kawasan perbatasan Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut dengan Pengayuan, Banjarbaru.
Kobaran api bahkan sempat terlihat membesar pada malam hari dan menarik perhatian pengguna Jalan A Yani.
Karhutla kemudian kembali muncul di sejumlah titik di Kecamatan Pelaihari pada Kamis (6/8/2026) malam, antara lain di sekitar kawasan Bukit Sabat, Kelurahan Karang Taruna, serta di sekitar Desa Telaga. Beberapa hari kemudian, Minggu (9/8/2026), api kembali berkobar di kawasan Pengayuan dan asapnya sempat menyelimuti sebagian Jalan A Yani.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih tinggi di kawasan Tanah Laut dan sekitarnya. Kondisi cuaca panas, semak belukar yang kering serta hembusan angin menjadi faktor yang dapat mempercepat penyebaran api.
Kepala Pelaksana BPBD Tala Aspi Setia Rahman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Pengguna jalan yang melintas di kawasan terdampak asap juga diharapkan berhati-hati, mengurangi kecepatan serta menggunakan pelindung pernapasan apabila kondisi asap semakin pekat.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)