DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  -Kebakaran lahan semak belukar di jalur menuju Pantai Asmara, Desa Asam Jaya menuju Muara Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Rabu (1/7/2026) siang, akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas gabungan berjibaku selama hampir lima jam di lapangan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut, Totom Wahyudi, mengatakan api berhasil dikuasai sepenuhnya pada pukul 18.47 Wita. Sementara itu, proses penanganan di lapangan berakhir sekitar pukul 18.50 Wita.

"Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, kebakaran berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare," ujar Totom.

Sebelumnya, laporan awal diterima Pos Damkar Sektor Jorong pada pukul 13.38 Wita dari seorang warga, Risky Maulana. Pelapor menginformasikan adanya kebakaran lahan di jalan arah Muara Asam-Asam. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera bergerak menuju lokasi dan memulai proses pemadaman pada pukul 13.56 Wita.

Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan persiapan alat pelindung diri (APD), memetakan kondisi kebakaran, kemudian melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas.

Besarnya area semak belukar yang terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. 

Selain kondisi vegetasi yang mudah terbakar, petugas juga harus memastikan seluruh titik api benar-benar padam agar tidak kembali menyala.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur yakni Damkar Sektor Jorong, Damkar Sektor Kintap, BPBD Kabupaten Tanah Laut, Polsek Jorong, Koramil Jorong.

Kemudian, Pemerintah Desa Asam Jaya, Pemerintah Desa Asri Mulya, PLTU Asam-Asam, PLN Asam-Asam, Arutmin Asam-Asam, Ambulans Karang Rejo, serta masyarakat setempat.

Untuk mendukung operasi tersebut, dikerahkan satu unit mobil Damkar Sektor Jorong, satu unit Damkar Sektor Kintap, satu unit Damkar PLTU Asam-Asam, satu unit Damkar PLN Asam-Asam, serta satu unit water truck milik Arutmin Asam-Asam, didukung personel damkar dan relawan di lapangan.

Meski sekitar 20 hektare lahan semak belukar hangus terbakar, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam kejadian tersebut. 

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Tala Aspi Setia Rahman mengimbau warga (siapa pun) agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Terutama saat kondisi cuaca panas dan vegetasi kering. Dengan demikian, potensi kebakaran lahan dapat diminimalkan.

(derapwaktu.com/dw1)