DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Tren kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, kembali menunjukkan peningkatan.
Kali ini, kebakaran melanda lahan semak belukar di kawasan Jalan A Yani, perbatasan Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Tepatnya di wilayay Kecamatan Kintap, Kamis (16/7/2026) malam.
Berkat gerak cepat petugas, kobaran api yang menghanguskan sekitar dua hektare lahan berhasil dikendalikan sebelum meluas ke kawasan lain.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut, M Totom Wahyudi, mengatakan laporan kebakaran diterima dari masyarakat sekitar pukul 22.36 Wita.
"Personel Pos Damkar Sektor Kintap langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga," kata Totom saat diwawancarai, Jumat (17/7/2026).
Petugas tiba di lokasi dan segera melakukan penanganan menggunakan satu unit mobil pemadam. Operasi pemadaman berlangsung mulai pukul 22.49 hingga 23.30 Wita.
Menurut Totom, kerja sama yang baik antara Damkar Sektor Kintap dan Polsek Kintap membuat kobaran api dapat segera dikendalikan.
"Api berhasil dipadamkan sehingga tidak menjalar ke area yang lebih luas," ujarnya.
Operasi tersebut melibatkan lima personel Damkar Sektor Kintap dengan dukungan aparat kepolisian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan, kebakaran ini kembali menjadi peringatan bahwa ancaman Karhutla mulai meningkat seiring mengeringnya vegetasi akibat musim kemarau.
Warga Kecamatan Kintap, Ahmadi, mengaku lega karena petugas datang dalam waktu singkat setelah menerima laporan.
"Kami khawatir api membesar karena angin malam cukup kencang. Syukurlah petugas cepat menguasai keadaan," katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Husnah, berharap pengawasan di kawasan rawan Karhutla semakin diperketat.
"Kalau titik api terus bermunculan, kami khawatir kejadian kabut asap seperti beberapa tahun lalu terulang lagi. Pencegahan harus lebih diutamakan," ujarnya.
Dalam sepekan terakhir, kebakaran lahan memang mulai berulang di sejumlah wilayah Kabupaten Tanah Laut.
Sebelumnya, Karhutla terjadi di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, disusul kebakaran lahan bondong di Teluk Paku, Desa Bati-Bati, yang bahkan terjadi dua kali dalam rentang beberapa hari.
Titik api juga muncul di RT 6 Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, yang videonya sempat viral di media sosial karena kobaran api terlihat mendekati sebuah rumah kosong.
Seluruh kejadian tersebut berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan, namun rangkaian peristiwa itu menjadi sinyal bahwa kewaspadaan terhadap ancaman Karhutla harus terus ditingkatkan di seluruh wilayah Tanah Laut.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)