DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Seluruh penumpang minibus Isuzu Elf (minibus pariwisata) yang terlibat tabrakan dengan bus operasional tambang di Jalan A Yani, Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Minggu (19/7/2026) dini hari, dipastikan selamat.
Meski demikian, insiden tersebut menyebabkan 13 orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.
Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan kecelakaan bermula saat minibus Isuzu Elf yang mengangkut 15 penumpang melaju dari arah Pelaihari menuju Kintap.
"Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan Isuzu Elf diduga oleng ke jalur kanan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju bus operasional tambang. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari," kata Rahmat, Minggu.
Menurutnya, begitu menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 04.30 Wita, personel Polsek Jorong langsung bergerak menuju lokasi untuk mengamankan TKP, mengatur arus lalu lintas, membantu evakuasi korban, serta melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Dari awal kami fokus pada penyelamatan korban dan pengamanan lokasi agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan susulan. Saat ini penyelidikan masih terus berjalan," ujarnya.
Dari hasil pendataan kepolisian , tidak ada korban meninggal maupun luka berat. Namun, sebanyak 13 orang mengalami luka dengan tingkat cedera yang bervariasi.
Pengemudi Elf berinisial W (49) menjadi korban dengan luka paling serius. Ia mengalami patah kaki kanan, luka pada tangan kanan, serta sesak di bagian dada sehingga harus dirujuk dari Klinik Mitra Sehat Asam-Asam ke RS BCM di Kota Pelaihari.
Sementara pengemudi bus tambang berinisial MH (21) mengalami luka pada kepala dan kaki kanan.
Sebagian besar penumpang Elf merupakan warga Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Jorong. Mereka mengalami luka robek di kepala, bibir, memar di beberapa bagian tubuh, hingga dugaan patah tulang.
Salah seorang korban perempuan berinisial R (42) mengalami patah lutut kanan, sedangkan korban berinisial S (39) diduga mengalami patah kaki.
Seorang anak berusia enam tahun yang ikut dalam rombongan juga mengalami memar pada kaki kiri.
Selain korban luka, kedua kendaraan mengalami kerusakan berat di bagian depan.
Polisi mencatat kaca depan pecah, pintu kanan rusak, bemper depan hancur, lampu dan spion kanan pecah, serta sistem kemudi kedua kendaraan tidak lagi berfungsi akibat benturan.
Kapolsek menambahkan, kondisi jalan saat kejadian beraspal baik dengan cuaca cerah. Namun, lokasi kecelakaan berada di jalur menikung di kawasan Sei Banta, Desa Asam-Asam, yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari setiap pengendara.
"Hasil penyelidikan sementara masih kami dalami. Kami juga telah meminta keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan terjadi," pungkasnya.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)