DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, mulai kembali pulih.
Informasi dihimpun, Rabu(4/11/2026), dari 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya terkena suspend Badan Gizi Nasional (BGN), sembilan di antaranya sudah kembali beroperasi pada Rabu (4/11/2026).
Sementara empat SPPG lainnya masih belum dapat menjalankan pelayanan karena menghadapi kendala berbeda, mulai dari persoalan rekening bank, pergantian tenaga ahli gizi (AG), hingga kesiapan bahan baku.
Pendamping/Pengawas MBG Tala Martiman membenarkan hal itu. Dikatakannya, sembilan SPPG telah kembali beroperasi yakniSPPG Tanah Laut Batu Ampar Jilatan., SPPG Tanah Laut Pelaihari Angsau, SPPG Tanah Laut Pelaihari Angsau 2, SPPG Tanah Laut Panyipatan Batu Mulya.
Lalu, SPPG Tanah Laut Bati-Bati Nusa Indah, SPPG Tanah Laut Pelaihari Karang Taruna,, SPPG Tanah Laut Jorong Simpang Empat Sungai Baru, SPPG Tanah Laut Kurau Maluka Baulin, dan SPPG Tanah Laut Kintap Kintap.
Dengan demikian, sebagian besar dapur MBG yang sebelumnya dihentikan sementara sudah kembali menjalankan operasional dan pelayanan kepada penerima manfaat.
Namun, pemulihan belum sepenuhnya tuntas. Empat SPPG masih menghadapi kendala sehingga belum dapat beroperasi normal.
Dua di antaranya, yakni SPPG Tanah Laut Pelaihari Sarang Halang dan SPPG Tanah Laut Bati-Bati Liang Anggang, masih terkendala persoalan rekening bank.
Pengajuan terkait pencairan dana untuk kedua dapur tersebut telah disampaikan dan kini sedang dalam proses di Bank Himbara pusat.
Sementara itu, SPPG Tanah Laut Kintap Sungai Cuka belum beroperasi karena tenaga ahli gizi (AG) mengundurkan diri. Saat ini pengelola masih mencari tenaga pengganti agar pelayanan dapat kembali berjalan.
Adapun SPPG Tanah Laut Bati-Bati Ujung masih terkendala kesiapan bahan baku. Berdasarkan laporan yang disampaikan, dapur tersebut dijadwalkan kembali beroperasi seperti biasa pada Kamis (5/11/2026).
Sembilan Pulih, Empat Masih Menunggu
Perkembangan ini menjadi kabar positif setelah penghentian sementara operasional 13 SPPG di Tanah Laut sejak 2 November 2026 sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama orang tua murid dan penerima manfaat program MBG.
Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun, total penerima manfaat dari 13 SPPG yang terkena suspend mencapai 41.174 orang.
Sejumlah warga Pelaihari sebelumnya berharap persoalan yang menyebabkan penangguhan operasional segera diselesaikan agar distribusi makanan bergizi tidak terhenti terlalu lama.
Rizki, wali murid di Kota Pelaihari, misalnya, mengaku penghentian distribusi membuat orangtua harus kembali memikirkan kebutuhan makan anak selama berada di sekolah, termasuk kemungkinan mengantarkan makanan sekitar pukul 11.00.
Kembalinya sembilan SPPG beroperasi diharapkan menjadi langkah awal pemulihan pelayanan MBG secara menyeluruh di Tanah Laut.
Kini perhatian tertuju pada penyelesaian kendala empat SPPG yang tersisa, sehingga seluruh dapur dapat kembali beroperasi dan pelayanan bagi penerima manfaat berjalan normal.
(derapwaktu.com/banyulangit)
Komentar (0)