Bukan sekadar menguji pemahaman teori jurnalistik, peserta juga ditantang menyelesaikan 11 modul kompetensi yang mencakup perencanaan liputan, praktik wawancara, penyuntingan berita, hingga penyusunan desain kanal media.
Seluruh tugas harus diselesaikan dalam batas waktu yang ditentukan dengan tetap mengutamakan akurasi.
UKW perdana yang diselenggarakan SWI Kalsel untuk zona Kalimantan ini bekerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Dr Soetomo (LUKW Unitomo) Surabaya. Kegiatan berlangsung di Meratus Room lantai dua HBI, Banjarmasin.
Dari 21 peserta, hampir seluruhnya mengikuti jenjang Muda. Satu peserta mengikuti jenjang Madya, yakni Banyu Langit Roynalendra Nareswara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan pada Senin (26/10/2026). Peserta mendapatkan pencerahan mengenai dunia pers secara komprehensif melalui pemaparan materi secara virtual.
Pembekalan tersebut membahas Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA), hingga perbedaan karakteristik media massa dan media sosial.
Materi itu menjadi bekal penting bagi wartawan untuk memahami bahwa kecepatan menyampaikan informasi harus berjalan beriringan dengan akurasi, tanggung jawab, dan perlindungan terhadap pihak-pihak yang rentan.
KEJ dan PPRA juga menjadi pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus menegakkan integritas dan profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Setelah pembekalan, peserta menjalani rangkaian uji kompetensi pada Selasa dan Rabu (27–28/10/2026). Sesi ini berlangsung sejak pukul 07.30 Wita hingga malam.
Sebanyak 11 modul kompetensi yang mengacu pada standar Dewan Pers harus dikerjakan dengan nilai minimal 70. Peserta dibagi ke dalam empat kelas, masing-masing dengan pendampingan seorang penguji. Pada kelas yang ada peserta jenjang Madya, pengujinya yaitu M Aminun Jabir.
Materi pengujian mencakup aspek teknis dan manajerial keredaksian. Di antaranya perencanaan liputan, alur reportase, rapat redaksi, penyuntingan berita, pengelolaan jejaring narasumber, praktik wawancara, serta penyusunan desain kanal yang meliputi rancangan konten dan isi media.
Setiap modul memiliki batas waktu pengerjaan. Kondisi tersebut menguji kemampuan peserta dalam mengelola waktu, mengambil keputusan jurnalistik, serta menghasilkan pekerjaan yang akurat di bawah tekanan.
Sejumlah peserta mengaku cukup kewalahan menghadapi padatnya materi dan keterbatasan waktu. Meski demikian, seluruh peserta mampu menuntaskan semua modul yang diberikan.
Ketua Umum SWI Pusat H Iskandar secara resmi menutup UKW perdana SWI Kalsel tersebut pada Rabu (28/10/2026) sore.
Dalam sambutannya, Iskandar menegaskan bahwa UKW bukan sekadar formalitas untuk memperoleh status kompeten. Lebih dari itu, uji kompetensi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme pers.
Menurutnya, wartawan harus mampu menghimpun dan menyajikan informasi secara baik, sekaligus menjaga integritas serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik.
Ia mengapresiasi tim penguji dari LUKW Unitomo Surabaya, seluruh peserta, serta pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Bendahara SWI Kalsel, Hj Annah.
“Banyak halangan, rintangan, dan duri yang kita lewati selama mengikuti ujian. Namun, hari ini kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena acara uji kompetensi wartawan berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Iskandar.
Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan dan kolaborasi antara insan pers, pemerintah, serta aparat penegak hukum.
Menurut Iskandar, pengalaman kerja sama di berbagai daerah, mulai dari tingkat kelurahan dan kecamatan hingga jajaran TNI dan Polri, dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang baik dengan berbagai unsur aparatur negara.
Kendati demikian, kolaborasi tersebut tetap perlu berjalan seiring dengan komitmen pers untuk menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.
Kepada peserta yang belum dinyatakan kompeten, Iskandar berpesan agar tidak berkecil hati. Kesempatan mengikuti UKW pada gelombang berikutnya masih terbuka sehingga wartawan dapat terus belajar dan memperbaiki kemampuan.
“Saya pribadi mendoakan semua yang ikut ujian kali ini, baik jenjang Muda maupun Madya, semuanya lulus dan kompeten,” harapnya.
Ia berharap SWI Kalsel dapat terus berkontribusi mencetak wartawan yang profesional dan berintegritas, sekaligus menjaga marwah profesi jurnalistik.
“Perjuangan ini bukan hanya untuk kita, tetapi bersama untuk kemajuan jurnalistik dan penegakan hukum di negara Indonesia yang kita cintai bersama,” pungkas Iskandar.
Penyelenggaraan UKW ini menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan kapasitas wartawan di Kalimantan. Namun, kompetensi profesional tidak berhenti pada hasil ujian. Konsistensi menerapkan etika, memverifikasi informasi, menjaga independensi, dan menyajikan berita yang akurat tetap menjadi tantangan dalam praktik jurnalistik sehari-hari.
(derapwaktu.com/banyulangit)
Komentar (0)