DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Komitmen Perusahaan Daerah (PD) Baratala Tuntung Pandang terhadap pelestarian lingkungan tidak berhenti pada slogan. Sebaliknya, diwujudkan dalam aksi nyata.

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Tanah Laut itu menggelar aksi penanaman pohon di kawasan IUP Operasi Produksi (OP) PPKH 331 Pamalongan, Kecamatan Bajuin, sebagai bagian dari upaya reklamasi lahan pascatambang.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (29/6/2026) tersebut mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim, Inspired by Nature. For Climate. For Our Future". 

Selain menjadi momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kegiatan juga dipadukan dengan penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pertambangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PD Baratala Tuntung Pandang, H Ihsanudin, Kamis (2/7/2026), mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, baik terhadap aspek keselamatan kerja maupun keberlanjutan lingkungan.

"Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ini adalah komitmen jangka panjang perusahaan untuk mengembalikan fungsi ekologis lahan pascatambang melalui program reklamasi yang berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Ihsanudin, sebelum penanaman pohon seluruh peserta mengikuti Safety Talk yang dipandu tim Health, Safety and Environment (HSE). 

Dalam kegiatan itu ditekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD), kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), hingga kewaspadaan terhadap kondisi maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.

"Keselamatan kerja dan pelestarian lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam operasional pertambangan. Karena itu keduanya harus berjalan beriringan," katanya.

Usai Safety Talk, jajaran manajemen, karyawan, mitra kerja hingga kontraktor bersama-sama menanam bibit pohon keras sebagai tanaman revegetasi di area tambang. 

Suasana kebersamaan tampak ketika seluruh peserta bergotong royong melakukan penanaman meski cuaca cukup terik.

Ihsanudin menjelaskan, perusahaan menargetkan tingkat keberhasilan hidup tanaman lebih dari 85 persen. 

Untuk mencapainya, perusahaan telah menyiapkan program pemeliharaan secara berkala berupa penyiraman, pemupukan dan pemangkasan.

Selain itu, Safety Talk akan terus dilaksanakan secara rutin sesuai ketentuan Kepmen ESDM Nomor 1827 Tahun 2018. 

Seluruh kontraktor juga diwajibkan menyusun Job Safety Analysis (JSA) dalam setiap pekerjaan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya K3.

"Harapan kami, kawasan bekas tambang nantinya dapat berubah menjadi kawasan hijau yang produktif, memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat sekitar," tutur Ihsanudin.

Salah seorang warga di Kecamatan Bajuin, Sulaiman (47), mengapresiasi langkah PD Baratala yang dinilainya menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan.

"Selama ini masyarakat tentu berharap aktivitas pertambangan tetap memperhatikan kelestarian alam. Kami senang melihat perusahaan tidak hanya mengambil hasil tambang, tetapi juga mulai mengembalikan kawasan menjadi hijau kembali," katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Rahmadi (39). Menurutnya, aksi penanaman pohon seperti ini layak menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di Kabupaten Tanah Laut.

Ia berharap kegiatan seperti itu tidak berhenti sekali saja. Apabila dirawat dengan baik, manfaatnya akan dirasakan anak cucu kelak. 

"Mudah-mudahan perusahaan-perusahaan lain juga terinspirasi melakukan hal serupa sehingga lingkungan tetap terjaga meski pembangunan terus berjalan," harapnya.

(derapwaktu.com/dw1)