DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI – Hamparan sawah di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, menjadi panggung optimisme baru bagi sektor pertanian Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Saat sebagian besar daerah masih menanti puncak musim panen, Tala sudah membukukan produksi sementara 99.627 ton gabah hanya dalam periode Januari hingga Juni 2026.
Capaian itu mengemuka pada kegiatan Syukuran Panen Padi Serentak Kabupaten Tanah Laut 2026 yang dipusatkan di lahan Kelompok Tani Sinar Harapan, Desa Maluka Baulin, Senin (13/7/2026) siang.
Kegiatan dihadiri Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Dandim 1009/Tanah Laut Letkol Inf Adhy Irawan, Kasi Intel Kejari Tanah Laut Andi Fahri mewakili Kajari, serta jajaran Forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Setibanya di lokasi, Bupati langsung turun ke sawah memanen padi menggunakan combine harvester bersama unsur Forkopimda dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Tala HM Faried Widyatmoko.
Mesin panen modern itu memanen padi di hamparan sawah seluas sekitar satu borongan sebelum rombongan melanjutkan agenda pertemuan bersama manajer Brigade Pangan se-Kecamatan Kurau, pengurus kelompok tani, dan gabungan kelompok tani.
Dalam laporannya, Kepala Distanhorbun Tala HM Faried Widyatmoko menyampaikan panen serentak tahun ini dilaksanakan di 11 kecamatan dengan total luas baku sawah mencapai 27.115,43 hektare.
Ia menjelaskan, berdasarkan angka sementara Januari hingga Juni 2026, luas tanam telah mencapai 29.911 hektare, luas panen 25.671 hektare, dengan total produksi sementara 99.627 ton dan produktivitas rata-rata 38,48 kuintal per hektare.
"Angka tersebut masih akan terus bertambah secara signifikan karena puncak panen raya di Kabupaten Tanah Laut diperkirakan baru berlangsung pada Agustus 2026," ujar Faried.
Menurutnya, musim panen tahun ini berlangsung sejak Januari hingga awal Oktober. Produksi ditopang berbagai varietas unggul nasional seperti Inpari 32 dan Inpari 49, dipadukan dengan varietas lokal unggulan seperti Siam Lani, Siam Raza (Cantik), Siam Ernust, serta beberapa varietas lokal lainnya.
Faried juga menyoroti Kecamatan Kurau, khususnya Desa Maluka Baulin, yang menjadi contoh keberhasilan penerapan Indeks Pertanaman (IP) 200.
Hampir seluruh areal persawahan di wilayah tersebut mampu melaksanakan dua kali tanam dan dua kali panen dalam setahun menggunakan varietas unggul.
Usai menerima laporan tersebut,
Bupati Rahmat Trianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani dan insan pertanian yang terus menjaga produktivitas sawah sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.
Ia berharap capaian produksi terus meningkat hingga panen raya mencapai puncaknya pada Agustus mendatang sehingga Tanah Laut tetap menjadi salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Selatan.
(derapwaktu.com/dw1)
Komentar (0)