DERAPWAKTU.COM, PELAIHARI  – Harapan agar seorang remaja warga Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, bisa terselamatkan setelah kecelakaan di Jalan A Yani, Selasa (11/8/2026) malam, berakhir duka.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 21.25 Wita itu berlangsung di RT 2, Dusun 2, Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan. 

Seorang korban  (pengendara roda dua) langsung mendapat pertolongan dan dievakuasi menggunakan unit ambulans desa (Amdes) Gunung Raja menuju IGD rumah sakit di Kota Pelaihari.

Korban sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Namun, kondisi korban tidak kunjung membaik. 

Tak berselang lama, korban akhirnya dinyatakan meninggal.

Kepala Desa Gunung Raja, Samsiar, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).

Ia menyebut korban merupakan warga desanya dan masih berusia remaja. Korban diketahui tinggal di RT 4 Desa Gunung Raja.

Sementara lokasi kecelakaan berada di RT 2, Dusun 2 Desa Gunung Raja.

Belum diperoleh keterangan resmi mengenai kronologi kecelakaan, termasuk kendaraan yang terlibat dan faktor penyebab kejadian. 

Informasi tersebut masih menunggu penanganan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.


Jalur Utama, Risiko Tak Boleh Diabaikan

Kecelakaan di Gunung Raja kembali menempatkan Jalan A Yani sebagai perhatian. 

Jalur utama yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Tanah Laut tersebut dalam beberapa waktu terakhir juga diwarnai sejumlah kecelakaan lalu lintas.

Rentetan kecelakaan itu memiliki karakteristik berbeda. 

Ada yang melibatkan sepeda motor dengan kendaraan lain, kecelakaan pada malam hari, hingga kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sebelumnya, kecelakaan maut juga terjadi di wilayah Asam-Asam, Kecamatan Jorong, yang menewaskan dua orang setelah sepeda motor terlibat kecelakaan dengan kendaraan double cabin. 

Peristiwa tersebut menjadi salah satu kecelakaan fatal yang kembali mengingatkan pengguna jalan mengenai tingginya risiko berkendara di jalur utama.

Rangkaian kejadian itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. 

Kondisi jalan, kecepatan kendaraan, jarak pandang, penerangan, hingga konsentrasi pengendara menjadi faktor yang harus diperhatikan, terutama ketika melintas pada malam hari.

(derapwaktu.com/dw1)